
Artikel
Bahasa Indonesia
Perbedaan antara Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia | Perbedaan antara Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia |
|
|
| Ditulis oleh Webmaster | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Rabu, 04 Juli 2007 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Perbedaan antara Bahasa Melayu (terutama di Malaysia) dan Bahasa Indonesia adalah seperti perbedaan antara Bahasa Inggris Britania dan Bahasa Inggris Amerika. Kedua-duanya boleh memahami antara satu sama lain, tetapi berbeda dari segi ejaan dan kosa kata. Bahasa Indonesia berbeda dari bahasa Melayu di Malaysia karena mempunyai lebih banyak perkataan yang berasal daripada Jawa dan Belanda. Contohnya "pejabat pos" di Malaysia dikenali sebagai"kantor pos" di Indonesia. "Kantor" ini berasal dari perkataan Belanda kantoor untuk "pejabat". Ketika zaman penjajahan, bahasa Indonesia menggunakan "oe" untuk bunyi "u", sama seperti bahasa Belanda, namun setelah penaklukan Jepang ejaan tersebut ditukar kepada "u". Di Malaysia sebelum 1972, bunyi "ch" dieja dengan "ch" dan bahasa Indonesia menggunakan "tj". Oleh itu, perkataan "cap" telah dieja sebagai "chap" di Semenanjung Malaya dan "tjap" dalam Bahasa Indonesia. Setelah "Ejaan Yang Disempurnakan" diperkenalkan pada 1972, kedua-dua bahasa menggunakan ejaan yang sama, iaitu "cap". Contoh ejaan lain ialah "dj" (Indonesia) diganti dengan "j" seperti di Malaysia. Ada beberapa ejaan yang masih dipertahankan atas sebab sejarah, contohnya "wang" (Semenanjung Malaya) dan "uang" (Indonesia). Cara sebutan juga berbeda dengan Indonesia dan Malaysia Timur bercakap dalam bahasa baku, yaitu perkataan-perkataan disebut seperti dalam ejaan.
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Perbedaan_antara_Bahasa_Melayu_dan_Bahasa_Indonesia |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Selanjutnya > |
|---|
| Visi, Misi dan Tujuan |
| Struktur Organisasi |
| Guru dan Karyawan |
| Prasarana |
| Fasilitas Pendukung |
| Ekstra Kurikuler |
| Berita |
| Prestasi Kami |
| Kontak |