|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.
* Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
* Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
* Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
 Mineral di sayur dan buah WASPADAI KELEBIHAN & KEKURANGAN VITAMIN-MINERAL
Bukan hanya Vitamin loh yang diperlukan untuk tubuh kita! Mineral juga berguna untuk kesehatan, mempertahankan jaringan serta mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Berikut zat mineral yang penting untuk diketahui:
1. ZAT BESI (Fe)
* Sumber: sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan. * Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, menambah energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah anemia. * Bila kekurangan: menyebabkan anemia dengan gejala pucat, mudah lelah, dan bila terjadi pada anak ia menjadi rewel yang mungkin disertai gangguan perkembangan motorik, gangguan tingkah laku, gangguan fungsi berpikir kognitif, dan menurunkan daya konsentrasi serta sistem kekebalan tubuh. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
Sebuah angka digunakan untuk melambangkan bilangan, suatu entitas abstrak dalam ilmu matematika. Tetapi bagi orang-orang awam, angka dan bilangan seringkali dianggap dua entitas yang sama. Mereka pun umumnya menganggap angka dan bilangan sebagai bagian dari matematika.
Memang bahasa Indonesia belum cukup baku sebagai alat komunikasi dalam ilmu dan sains, sehingga belum ada konsesus resmi bahwa 'angka' dan 'bilangan' melambangkan dua hal yang sangat berbeda. Demikian pula, kedua kata angka dan bilangan masih sering dipertukarkan dengan kata nomor. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
Menilai kecerdasan seseorang, lihatlah perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Penelitian Mark Brosnan dari Universitas Bath menyebutkan, panjang jari-jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian di otak. Seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa. Jika perbandingannya sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dibandingkan matematika. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
Dikemukakan Frans Susilo dalam artikelnya di Majalah BASIS yang berjudul Matematika Humanistik, bahwa kebanyakan sikap negatif terhadap matematika timbul karena kesalahpahaman atau pandangan yang keliru mengenai matematika. Untuk memahami matematika secara benar dan sewajarnya, pertama-tama perlu diklarifikasi terlebih dahulu beberapa mitos negatif terhadap matematika. Beberapa di antara mitos tersebut, antara lain:
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Banyak tanaman di Indonesia ini yang sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat, namun belum dibudidayakan secara khusus. Salah satu diantaranya adalah belimbing wuluh (Averhoa Bilimbi) Selama ini, yangsering menggunakan belimbing wuluh adalah masyarakat Aceh. Pada umumnya, mereka mengolah belimbing wuluh menjadi penyedap rasa, yang disebut asam sunti. Selain itu mereka juga menggunakan air belimbing wuluh yang diperoleh dari proses pembuatan asam sunti itu untuk mengawetkan ikan dan daging. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Keberadaan srikaya melimpah di daerah kami hingga kini pemanfaatannya masih belum banyak dikenal sementara orang cuma menganggapnya sebagai buah yang dapat di makan dan memiliki rasa lezat dan enak. Mereka membuang biji srikaya begitu saja tanpa mengetahui manfaatnya, padahal biji/daun srikaya menurut buku petunjuk "Tanam Berkasiat Obat di Indonesia" oleh Hembing dinyatakan bahwa niji/daun srikaya mengandung racun yang dapat digunakan untuk membunuh kutu hewan (anjing). Dari situ kami mendapatkan masalah apakah hama (ulat) pada jagung dapat diberantas dengan ekstrak daun/biji srikaya. Berdasarkan buku tersebut maka jika ekstrak daun/biji srikaya sebagai pestisida itu mengandung racun, bila disemprotkan pada hama akan mati. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Pandangan manusia tentang rumah tinggal mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan peradaban dan teknologi. Bila pada awalnya sebuah rumah hanya berperan sebagai pemenuh kebutuhan dasar, maka saat ini semua itu telah mengalami transformasi fungsi menjadi alat untuk menampilkan citra diri (aktualisasi) pemiliknya. Pemilihan gaya bangunan sebuah rumah tinggal tidak lagi mengikuti tatanan-tatanan tersebut diatas. Akhirnya membawa konsekuensi antara lain : pengeluaran tambahan biaya untuk menciptakan kenyamanan bertempat tinggal. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Kita mengetahui bahwa negara kita masih mengalami masalah kekurangan gizi seperti adanya gejala kuashiorkor, marasmus, dan busung lapar. Hal ini disebabkan oleh rendahnya gizi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat khususnya bagi kalangan ekonomi lemah. Dengan latar belakang itulah maka peneliti melakukan penelitian tentang kerupuk berprotein tinggi dari daging kijing (Pseudodon vandenbushianus) |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan tempe jenis baru yang mempunyai kandungan gizi hampir sama dengan tempe kedelai. Yang dijadikan acuan kadar gizi antara lain kadaar protein, lemak, daan karbohidrat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dan angket. Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas tempe gude hampir sama dengan kualitas tempe kedelai. Dengan hasil yang diperoleh tersebut maka tempe gude masih layak dikonsumsi karena mempunyai kandungan protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup. Di samping itu juga diperoleh bahwa tempe gude dapat dibuat berdasarkan teknik pembuatan tempe kedelai. Jadi tempe gude tidak memerlukan teknik pengolahan khusus. Dengan hasil tersebut maka telah diperoleh tempe gude yang merupakan alternatif tempe yang berprotein tinggi. |
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Senin, 11 Juni 2007 |
|
Daun sirih (Piper betle) merupakan sumber daya alam hayati yang terdapat dalam jumlah cukup banyak. Masyarakat pedesaan banyak menggunakan daun sirih (Piper betle) sebagai bahan obat, misalnya obat untuk batuk, mimisan, dan sakit gigi. Bakteri dalam aktivitasnya melakukan pernapasan, pembusukan, atau melakukan penguraian makanan. Bakteri tersebut ada yang patogen ada pula yang apatogen. Akibat dari bakteri yang patogen yang melakukan fermentasi dan pembusukan di dalam mulut, kesehatan gigi dan mulut menjadi terganggu. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 17 - 32 dari 41 |