|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
Sebuah angka digunakan untuk melambangkan bilangan, suatu entitas abstrak dalam ilmu matematika. Tetapi bagi orang-orang awam, angka dan bilangan seringkali dianggap dua entitas yang sama. Mereka pun umumnya menganggap angka dan bilangan sebagai bagian dari matematika.
Memang bahasa Indonesia belum cukup baku sebagai alat komunikasi dalam ilmu dan sains, sehingga belum ada konsesus resmi bahwa 'angka' dan 'bilangan' melambangkan dua hal yang sangat berbeda. Demikian pula, kedua kata angka dan bilangan masih sering dipertukarkan dengan kata nomor. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
Menilai kecerdasan seseorang, lihatlah perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Penelitian Mark Brosnan dari Universitas Bath menyebutkan, panjang jari-jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian di otak. Seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa. Jika perbandingannya sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik dibandingkan matematika. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Webmaster
|
|
Rabu, 04 Juli 2007 |
|
Dikemukakan Frans Susilo dalam artikelnya di Majalah BASIS yang berjudul Matematika Humanistik, bahwa kebanyakan sikap negatif terhadap matematika timbul karena kesalahpahaman atau pandangan yang keliru mengenai matematika. Untuk memahami matematika secara benar dan sewajarnya, pertama-tama perlu diklarifikasi terlebih dahulu beberapa mitos negatif terhadap matematika. Beberapa di antara mitos tersebut, antara lain:
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|